Sabtu, 20 Desember 2008

RAHASIA PEMENANG



Menerima segala resiko, menemukan bakat, menghadapi masalah merupakan tiga aturan yang dimiliki setiap pemenang.

Sebenarnya mereka yang sukses dibanding lainnya, hanyalah dibatasi oleh garis tipis. Dan, garis tipis itu, tidak ada sangkut pautnya dengan kejeniusan, pendidikan tinggi dengan sederet gelar, keturunan maupun bakat yang dibawa lahir. Melainkan, ditentukan oleh sikap, khususnya jujur terhadap diri sendiri. Nah, untuk mencapainya, ada tiga aturan yang harus dilakoni.

Pertama, terimalah segala resiko dari setiap tindakan yang dilakukan. Disini, ingatlah pepatah yang mengatakan, imbalan yang diterima tergantung pada sumbangan yang diberikan. Jadi, baik buruknya kehidupan, Andalah yang menentukan sendiri. Bukan orang lain.

Kedua, temukan bakat, capailah sasaran. Dalam drama Hamlet, karya Shakespeare, Polonius berpesan kepada anaknya bahwa diatas segala-galanya adalah jujur terhadap diri sendiri. Dan itu harus diikuti, seperti halnya siang diikuti malam. “Kau tidak boleh curang kepada siapapun”, tegas Polonius kepada anaknya. Ia juga menasehati anaknya agar hidup menurut kemampuan dan keyakinannya yang paling dalam, berani berbeda dengan yang lainnya, dengan tetapmenghargai hak-hak orang lain.

Ketiga, hadapilah masalah, jangan melarikan diri. Bukan rahasia lagi, karena tekanan idup, banyak orang dihinggapi stres berat, kehilangan minat dan gairah pada kehidupan. Bahkan, ada yang melarikan diri dengan minuman keras, obat penenang dan sebagainya. Padahal itu sifatnya semu. Sebab, setelah merasa tidak “di awang-awang” lagi, masalah tetap saja muncul.

Solusinya, hadapi dan beradaptasilah dengan masalah tersebut secara wajar. Sebab kemalangan dan kegagalan hidup, bila dipandang sebagai sebuah “guru” kehidupan, bisa menjadi “antibodi”terhadap setiap permasalahan ataupun kendala yang muncul.

Pemenang dalam hidup, tidak mengandalkan pertumbuhan mereka pada kesempatan yang datang secara kebetulan. Melainkan, mengejarnya dengan melakukan dialog yang tak ada habis-habisnya antara potensi dan tuntutan terhadap kehidupan mereka. Singkatnya, dalam bahasa yang konkrit, mereka yang kalah membiarkan kehidupan terjadi begitu saja. Sedangkan pemenang kebalikannya : membuat kehidupan terjadi seperti yang diinginkannya.

MENGEJAR IMPIAN



Setiap orang mempunyai impian. Masing-masing orang tentu memiliki impian berbeda-beda. Ada yang mempunyai impian menjadi miliarder papan atas di dunia, mempunyai bisnis yang besar, mempunyai yayasan sosial yang besar dan canggih, berpengaruh dan terkenal di seluruh jagat, menjadi profesor ternama, menemukan mesin spektakuler, menjadi pelawak terkenal di seluruh dunia, mendapatkan pasangan hidup yang kaya dan terkenal dan lain sebagainya.

Impian itu merupakan hal besar yang mungkin mustahil diwujudkan bila dilihat dalam kondisi Anda sekarang ini. Tetapi sebenarnya impian merupakan langkah menuju sukses yang teramat penting. Tentang apakah impian tersebut terwujud atau tidak semuanya ada di tangan Anda sendiri.

Ada yang lebih cepat mewujudkan impian, ada pula yang lambat, bahkan ada yang tidak berhasil karena tidak melakukan langkah apa pun untuk mewujudkan impian tersebut. Ibarat Anda mengendarai mobil menuju sebuah tujuan yaitu impian tadi, terkadang lebih cepat sampai atau lebih lambat karena kondisi jalan berkelok, bergelombang atau banyak batu sandungan. Tak jarang diantara kita tak pernah sampai ke tempat tujuan karena hanya menggerutu dan mengutuk kondisi medan jalan yang sulit ditempuh atau terlalu lama tidur di tepi jalan.

Umumnya setiap proses menuju impian terasa tidak begitu mudah dilalui. Ada saja tantangan meskipun Anda sudah melakukan yang terbaik, sehingga membutuhkan usaha yang berulang-ulang, perhatian dan perjuangan ekstra. Tantangan tersebut bukanlah kegagalan. Bahkan bila kita cermati, tantangan itu membentuk diri Anda menjadi lebih baik dalam berbagai hal.

Jadi jangan mudah putus asa dan kehilangan keberanian untuk mencoba lagi mewujudkan impian. Tingkatkan kemauan Anda. Maka pintu kesempatan untuk mewujudkan impian akan selalu terbuka lebar.Jonathan, teman saya semasa SMA begitu mencintai dunia bisnis dan bermimpi untuk mengabdikan hidupnya di dunia tersebut. Beberapa tahun kemudian usahanya berkembang pesat dan menggurita. Hidupnya bergelimang kesuksesan.

Namun di usia 40 tahun ia tersadar akan impiannya mengabdi di dunia pendidikan. Sehingga ia memutuskan untuk kembali menempuh pendidikan. Kemudian ia berhasil menyelesaikan pendidikan S2 dan S3. Saat ini ia sudah menjadi seorang profesor di sebuah universitas ternama di Malaysia. “Setelah mengelilingi seputaran, baru aku temui diriku yang sebenarnya. Kini aku memulai kehidupanku yang baru,” katanya.

Sebenarnya masih banyak lagi contoh orang-orang yang sudah berhasil meraih impian. Jika mereka berhasil, lalu mengapa sebagian besar diantara kita belum mencapainya? Seperti yang sudah saya singgung tadi, jawabannya adalah karena kita belum melaksanakan tindakan untuk menjemput impian tersebut.Tindakan yang saya maksud adalah melakukan sesuatu untuk mendekatkan diri pada tujuan. Jika tidak dapat melakukan tindakan secara lebih cepat, Anda dapat memulainya secara perlahan. Tetapi pastikan Anda selalu melakukan sesuatu untuk tiba pada impian itu.

Belajar dari salah seorang teman saya yang bermimpi suaminya kelak adalah pria yang sukses dalam karir dan mencintai dirinya sepenuh hati. Oleh sebab itu ia sangat berhati-hati memilih teman dekatnya. Sampai-sampai mayoritas teman-teman dan kerabatnya pesimis, karena di usia sudah memasuki 30 tahun ia belum menemukan pendamping.

Tetapi kemauannya begitu kuat dan tidak pernah putus asa mencari sekaligus menunggu. Di usia 35 tahun barulah ia berhasil menemukan pria yang dia impikan. Meskipun agak terlambat, tetapi ia berhasil mendapatkan apa yang sangat ia dambakan. Bahkan sekarang kebahagiaannya semakin lengkap setelah dikaruniai seorang anak lelaki.

Selain tindakan, untuk sampai kepada impian juga butuh sikap konsisten. Artinya Anda siap menghadapi tantangan dalam proses pencapaian impian, sekalipun Anda harus keluar dari zona nyaman. “In Dreams Begin Responsibilities. Tanggung jawab bermula dari sebuah impian,” kata Delmore Schwartz. Sekali Anda bersikap konsisten, maka Anda akan selalu menemukan kekuatan untuk terus melanjutkan perjuangan hingga tiba pada tujuan.

Seperti teman saya lainnya sebut saja Desi, meskipun baru berusia 30 tahun ia mempunyai karir sangat cemerlang dan mempunyai keluarga yang harmonis. Hidupnya sukses dan bahagia. Tetapi ia masih mempunyai impian untuk menyelesaikan pendidikan sarjana yang tertunda sejak 7 tahun yang lalu.

Demi mengejar impian tersebut ia tidak segan keluar dari zona nyaman. Sebagaimana Jiminy Cricket menyatakan, “When your heart is in your dreams, no request is too extreme. – Ketika impian itu tertanam di hati Anda, tak kan ada yang terasa berat untuk dilakukan.” Oleh sebab itu, Desi justru menikmati aktivitasnya belajar di sebuah universitas swasta di Jakarta dua kali dalam satu minggu. Sesampainya di rumah ia juga masih menyempatkan diri untuk belajar. Motivasinya semata-mata hanya ingin mengejar impian yang tertunda, bukan sekedar mencari selembar ijasah atau tergiur posisi lebih strategis di kantor setelah mendapatkan gelar sarjana nanti.

Impian mungkin hanya merupakan khayalan belaka. Tetapi jika impian tersebut disertai dengan tindakan, sikap konsisten, dan kemauan untuk berjuang keras meskipun harus keluar dari zona nyaman ditambah dengan rasa syukur dan doa maka akan menjadikan diri kita lebih pintar, kreatif dan kehidupan kita lebih terarah. Jika Anda ingin meningkatkan produktivitas diri dan kualitas kehidupan, maka pastikan Anda mempunyai impian dan berusaha maksimal untuk mengejarnya.

[aho]
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.

KEKUATAN CINTA


By : Jumadi Subur

Segala sesuatu berawal dari motivasi. Ia adalah landasan bagi setiap aktivitas yang dilakukan manusia. Dalam terminologi religi, ia dipahami sebagai niat. Dan, seperti yang kita ketahui bahwa segala sesuatu sangat bergantung pada niat.

Hidup ini penuh rintangan. Kita sering mendengar orang-orang mengatakan kalimat tersebut. Bukan hidup saja yang penuh rintangan, sesungguhnya motivasi itu sendiri punya banyak rintangan. Rintangan motivasi inilah yang saya sebut dengan belenggu. Ada beberapa belenggu yang perlu diwaspadai agar motivasi tidak padam, yaitu usia, orang terdekat atau keluarga, lingkungan, dan diri kita sendiri. Jika dijabarkan lebih lanjut, akan muncullah beberapa contoh rintangan yang membuat diri kita terkungkung dalam belenggu tersebut.

Tanpa disadari, kitapun sering terbelenggu oleh perasaan sendiri, seperti takut gagal, takut terhadap perubahan, terlalu berpuas diri, serta ragu-ragu dalam memandang dan memaknai kegagalan dan kesuksesan. Semua faktor tersebut bisa menghalangi diri kita untuk maju, terutama perasaan takut gagal. Biasanya, orang yang merasa takut gagal adalah orang yang tidak memiliki rasa percaya diri. Akibatnya, ia takut untuk mengambil resiko. Padahal, untuk mencapai keberhasilan diperlukan keberanian untuk mengambil resiko. Seperti kata Soichiro Honda (pendiri perusahaan otomatif Honda) bahwa sukses adalah 99% terbentuk dari kesalahan dan kegagalan.

Agar terlepas dari belenggu, kita harus menemukan sumber inspirasi. Inspirasi adalah sesuatu yang bisa mengilhami kita untuk melakukan tindakan dalam mewujudkan cita-cita ataupun melakukan kegiatan sosial sebagai bentuk aktualisasi diri. Sumber inspirasi bisa didapatkan dari dan dimana saja. Salah satunya adalah dari buku biografi orang-orang terkenal. Dari situ kita bisa belajar tentang perjuangan mereka untuk mencapai keberhasilan.

Sebuah dongeng menceritakan tentang seorang pemuda yang diserang oleh sesosok makhluk yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana. Pemuda itu sibuk menghindari serangan sambil sesekali melompati kubangan air yang menggenangi jalanan di gang yang dilewatinya. Setiap kali diserang, ia mundur beberapa langkah. Namun, kembali makhluk itu menyerangnya.

Karena merasa diserang terus, pemuda itu memperhatikan sekelilingnya. Ternyata, makhluk yang telah menyerangnya beberapa kali itu adalah seekor kupu-kupu mungil yang cantik. Ia makin penasaran mengapa kupu-kupu mungil itu menyerangnya terus.

Lalu, untuk kali kedua, pandangan pemuda itu menyisir jalanan di depannya. Saat itu, ia melihat seekor kupu-kupu lainnya tergeletak di atas tanah dalam keadaan sekarat. Ia menduga kupu-kupu yang menyerangnya itu berusaha untuk melindungi saudaranya yang sekarat agar tidak terinjak olehnya.

Menurut Anda, mengapa kupu-kupu mungil itu berjuang habis-habisan untuk melindungi saudaranya hingga berani menyerang manusia? Kupu-kupu mungil melakukan semua itu didorong oleh satu kekuatan yang dimiliki oleh semua makhluk di dunia ini, yaitu kekuatan CINTA!!!.

Cinta adalah sumber motivasi yang tiada habisnya. Dengannya manusia rela mempertaruhkan segalanya. Cinta adalah inspirasi. Dan, dengan cinta juga mari kita berbagi menyampaikan bagaimana mengatasi permasalahan motivasi dan menghadapi rintangan-rintangan.

Satu hal yang pasti, kesuksesan tidak dapat diraih begitu saja tanpa perjuangan, atau dengan kata lain, tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan. Orang yang tidak pernah mengalami kegagalan berarti ia belum mencapai kesuksesan!?.