Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI NETWORK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI NETWORK. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Januari 2009

6 LANGKAH MENGGAPAI PROSPEK

Mau sukses di bisnis MLM? Satu-satunya cara adalah membangun jaringan yang besar. Sebab dengan membangun jaringan akan terbentuk omset jaringan. Kian besar jaringan, kian besar pula penghasilannya.

Hanya saja perlu kerja keras, kesabaran, ketekunan dan kegigihan yang luar biasa dalam membesarkan jaringan. MLM bukan tempat yang cocok bagi mereka yang ingin cepat kaya tanpa kerja keras dan kerja cerdas. Minimal berdasarkan pengalaman empiris para leader yang berhasil, mereka mencapai sukses perlu waktu satu sampai tiga tahun.
Anda boleh saja bilang itu terlalu lama. Tapi ingat dengan bekerja keras dalam waktu satu sampai tiga tahun, penghasilan yang Anda terima akan menyamai penghasilan mereka yang sudah bekerja sampai 20 tahun di bisnis konvensional. Bisa saja setelah itu Anda memutuskan pensiun muda karena telah mencapai taraf kebebasan finansial. Selagi memutuskan pensiun, penghasilan Anda terus mengalir karena Anda telah punya ‘mesin uang’ yang bekerja untuk Anda.

Namun sekali lagi diperlukan kerja keras, kesabaran, ketekunan dan kegigihan yang luar biasa untuk mencapai impian hidup Anda. Nah untuk mengembangkan jaringan sebaiknya Anda mendengarkan perkataan Peter Pearson, Ph.D, seorang motivator yang telah 20 tahun berkecimpung di industri MLM. Ia menyarankan agar para praktisi bisnis MLM melakukan pendekatan terhadap prospek. Ada enam langkah yang disarankannya.

Langkah Pertama:
Pendekatan. Di sini, saran Peter, perlu sikap antusias dan keterbukaan yang benar-benar asli. “Juga dibuat-buat. Pendekatan mencerminkan kepribadian Anda. Jika Anda merasa belum punya cara yang tepat, Anda harus mempersenjatai diri dengan menambah pengetahuan, mengikuti pelatihan dan melakukan simulasi-simulasi,” jelas Peter.

Langkah Kedua:
Mengkualifikasikan prospek. Caranya dengan menanyakan cita-cita dan tujuan hidup mereka. Kalau jawabannya adalah saya tidak ingin menjadi miskin, saya tidak ingin terus-menerus bekerja sepanjang hidup, saya tidak ingin punya pekerjaan yang saya sukai, saya ingin memberikan sesuatu yang berharga untuk orang yang saya cintai, maka Anda telah menemukan calon prospek yang berkualitas.
Kemungkinan lain, kata Peter, Anda akan menemui orang yang menjawab bahwa saya ingin kaya, terpenuhi segala keinginan dan sukses. Peter menyarankan untuk mencermati orang yang bertipe menjawab seperti ini. Mereka bukanlah orang yang punya cita-cita, tetapi sekedar mempunyai “daftar harapan”.

Mereka yang mengorganisir hidupnya melalui ‘daftar harapan’ cenderung punya kesulitan dalam mengejar cita-cita dan tujuan hidupnya. Hidup mereka secara emosional hanya dibatasi oleh angan-angan belaka. Mereka selalu ingin berada di zona kenyamanan dan tidak mau mengambil resiko dalam membangun keinginannya.

Orang yang hanya mempunyai ‘daftar harapan’ nantinya akan menimbulkan ‘pekerjaan rumah’ bagi Anda, sebab mereka tidak bisa melakukan tindakan menuju sukses. Contoh konkretnya mereka akan sulit membuat daftar prospek, membuat jadwal pertemuan, atau menghadiri seminar dan pertemuan bisnis.
“Mereka cenderung tidak menghadiri pertemuan tanpa alasan signifikan dan keperluan yang lebih penting dan mendesak. Mereka seringkali hanya memohon maaf karena tidak bisa menghadiri pertemuan team di jaringan Anda,” kata Peter.

Orang dengan ‘daftar harapan’ akan menyita waktu dan tenaga Anda, karena Anda harus rajin-rajin memotivasi mereka. “Namun orang yang mempunyai ‘daftar harapan’ jauh lebih baik daripada mereka yang hanya memiliki respon negatif terhadap bisnis MLM,” ujar Peter.
Konsisten Berlatih

Langkah Ketiga:
Menunjukkan nilai. Tunjukkan bahwa produk perusahaan MLM Anda sanggup memecahkan masalah yang dihadapi prospek. Tunjukkanlah bahwa harga yang mereka bayar untuk produk yang mereka beli sangat sesuai dengan manfaat yang akan mereka peroleh dan saat inilah yang paling tepat bagi mereka untuk memiliki produk yang Anda tawarkan.

Langkah Keempat:
Mengatasi komplain yang muncul. Peter menyatakan ini adalah bagian alamiah dari sebuah proses transaksi jual-beli. Jika tidak ada komplain, maka jarang ada pemesanan barang lagi. Peter menyarankan untuk mengenali masing-masing komplain. “Kuncinya adalah kemampuan Anda untuk merespons semua komplain yang datang dengan cara yang ramah, memiliki kesabaran dan penuh percaya diri,” tukas peter.

Langkah Kelima:
Menanyakan order. Ini merupakan teknik yang harus benar-benar dikuasai oleh setiap salespeople. Umumnya pelatihan program penjualan mengajarkan pada Anda untuk segera melakukan closing penjualan. Tetapi Peter menyarankan untuk melakukan hal ini secara alamiah dan wajar pada saat melakukan presentasi, artinya proses penjualan tidak dilakukan dengan memaksa dan terlalu melebihkam khasiat produk yang Anda tawarkan.

Langkah Keenam:
Melakukan follow up. Jika prospek tidak merespon secara jelas apa yang Anda presentasikan, ada dua pertanyaan yang muncul, apakah Anda harus melakukan follow up atau sekedar menunggu respons mereka selamjutnya? Peter menyarankan sebaiknya Anda memilih aktif melakukan follow up, sampai Anda mendapatkan respons yang jelas dari prospek.

Memamg kata Peter sangat sedikit orang yang mampu menjalani semua tahapan ini. Namun melalui latihan yang berkesinambungan, Anda pasti dapat melakukannya, sebab skill ini dibutuhkan untuk menumbuhkembangkan bisnis MLM Anda. “Yang paling penting dilatih adalah kemampuan emosional yang matang untuk menyelesaikan setiap tahap ini dengan rasa percaya diri yang kuat”.
Mengajak orang lain untuk bergabung di bisnis MLM merupakan syarat mutlak untuk mengembangkan bisnis MLM Anda.

Barangkali Anda mau meniru semangat Lisa M. Wilber, distributor Avon di Amerika Serikat. Wanita ini berhasil membukukan penjualan 7,5 juta dolar AS perbulan, seperti tertulis dalam situs mlm women. Lisa telah menggeluti bisnis MLM sejak tahun 1981. apa yang dilakukan Lisa?

Lisa mengubah kendaraannya menjadi sebuah papan buletin berjalan. Ia membuat poster yang menarik di jendela mobilnya. Setiap bulan ia selalu berupaya mengganti temanya. Ia menggunakan tanda berwarna, papan poster, cat mengkilap yang menarik perhatian. Lisa juga seringkali melakukan meletakkan informasi tentang perusahaan di kaca mobil orang lain yang sedang diparkir. Tercantumnya nama perusahaan, gambar tau produk, nomor telepon akan membangkitkan rasa keingintahuan masyarakat terhadap produk dan perusahaan MLM Anda.

Lisa juga mencantumkan nama perusahaannya pada bajunya. Dengan demikian ia membuat perusahaannya dikenal oleh lebih banyak orang. Lisa mempunyai jaket merah yang mencantum seluruh pin penghargaan. Jaket merah itu senantiasa digunakannya. Kalau Anda tidak seberani Lisa dalam melakukan hal itu, Anda bisa menggunakan pin atau merchandise yang disediakan perusahaan seperti topi dan tas yang bertuliskan nama perusahaan.

Selain itu Lisa selalu mengisi kantongnya dengan karu nama bisnis untuk diberikan kepada lawan bicaranya dan meminta kartu nama dari orang yang diajaknya berbicara. Dengan demikian ia selalu mempunyai daftar nama prospek baru yang akan di follow up.

Ketika ia belanja ke mal, tempat pertama yang dikunjunginya adalah toilet wanita. Di situ ia meninggalkan katalog yang berisi informasi tentang perusahaan, produk dan nomor telponnya. Demi menghemat biaya ia juga menggunakan katalog bekas yang juga dilengkapinya dengan tulisan : Hubungi saya, harga dan produk tersedia. Dengan cara ini orang dapat mengenal namanya alamat, nomor telepon serta perhatian terhadap produk.

Antusiasme Lisa juga dilakukan saat ia mau makan di restoran. Lisa punya kartu nama bisnis istimewa yang bertuliskan “Service Anda istimewa. Jika Anda mencari pekerjaan, Lisa Wilber, Avon Recruiting Specialist”.

Sumber : SUCCESS, Nomor 8/September 2007

Minggu, 18 Januari 2009

Siapkah Anda di MLM?!?

Semua yang namanya bisnis perlu waktu untuk sampai ke tahap kesuksesan. Berapa waktu yang lumrah hingga kita menentukan bahwa kita telah gagal? Apakah tiga bulan, enam bulan, satu tahun atau bahkan tiga tahun?

Tak ada patokan pasti, berapa waktu yang mesti kita siapkan dalam meniti bisnis. Bagi yang beragama islam, mungkin satu tahun dimana saat lebaran tiba, maka berharap kehidupan di tahun berikutnya akan lebih baik.

Belajar, apapun bentuknya, perlu waktu. Belajar secara fisik kadang butuh waktu lebih lama dibandingkan belajar secara mental. Awalnya, mungkin sedikit sulit mempersiapkan diri untuk mulai berbisnis. Ketika kita sudah menentukan, butuh waktu lebih lama lagi untuk belajar menekuni bisnis itu sendiri.

Memulai suatu bisnis, kita harus memastikan bahwa tujuan kita adalah untuk menjadi seorang pelaku bisnis. Perolehan uang banyak dalam waktu singkat tak bisa dijadikan tujuan awal saat memulai bisnis, mengapa?

Sebut saja Gebi, karyawati yang berhenti bekerja kantoran dan mulai mencoba macam-macam bisnis. Ia ingin sekali menjadi seorang pemilik bisnis, ia tak mau selamanya menjadi karyawan yang tergantung sepenuhnya pada perusahaan tempat ia bekerja. Gebi ingin dapat memiliki uang banyak sekaligus waktu luang untuk menikmati uang tersebut.
Baru setelah tiga bulan mencoba menjalankan bisnis, Gebi tidak memperoleh pendapatan seperti yang diinginkannya. Ia pun mulai mencari lowongan kerja kantoran lagi.

Apa yang salah dari cerita di atas? Yaitu karena Gebi berpatokan pada uang yang di dapat. Tapi ia tak memperoleh uang yang diharapkan dalam rentang waktu tiga bulan, lalu merasa bahwa ia telah gagal berbisnis. Sikap itu tak bisa disamakan dengan mereka yang mempunyai alas an kuat untuk menjadi pelaku bisnis.

Jika seseorang sudah menentukan untuk tak mau selamanya menjadi karyawan dan mengerti bahwa itu berarti ia harus memulai suatu bisnis sendiri, uang yang ia hasilkan dalam waktu tiga bulan pertama tersebut tak akan mempengaruhinya untuk lalu memutuskan kembali bekerja kantoran.
Jika keinginan untuk menjadi pelaku bisnis lebih kuat dari sekedar mencari uang cepat, maka ia akan tetap bertahan demi membawa bisnisnya kearah kesuksesan.

Seiring bertambahnya usia, maka makin sulit kita melupakan hal-hal yang telah kita pelajari sekian lama, itulah sebabnya Gebi lebih memilih untuk kembali bekerja kantoran. Karena ia sudah terbiasa merasakan terjaminnya hidup dengan bekerja kantoran, dan kenyamanan hidup yang diakibatkannya. Sementara ia baru memiliki tiga bulan pengalaman dalam berbisnis. Itulah salah satu alasan kenapa banyak orang akhirnya kembali ke dunia kantor.

Lalu apakah mempunyai bisnis perlu modal mahal, karena kita tetap harus punya uang untuk kehidupan sehari-hari? Benar, bagaimanapun ada harga yang mesti dibayar selain dalam bentuk materi, seperti waktu dan mental yang kuat. Apa artinya pengorbanan untuk hidup di bawah garis standart pada beberapa tahun pertama, bila akhirnya kita mampu mencapai kesuksesan sejauh pendapatan yang tak terhingga dan waktu luang yang tak terbatas?

Beruntunglah mereka yang saat ini masih menjadi pekerja kantoran, namun terbuka pikirannya untuk memulai suatu bisnis. Mereka bisa mengandalkan uang gaji bulanan untuk kebutuhan sehari-hari, sambil menggeluti bisnis sampingan. Bisnis sampingan lazim memerlukan pengorbanan waktu. Contohnya saat pulang kerja, masih harus menjalankan bisnis lagi. Melelahkan memang, tapi bukankah hasilnya sebanding dengan jerih payah?

Tetap bekerja kantoran sambil mulai merintis bisnis adalah cara terbaik, hanya bila si pelaku sadar benar bahwa tujuan utama adalah untuk membesarkan bisnisnya. Sehingga apapun yang terjadi, ia tak akan meningggalkan bisnis lalu pasrah untuk terus menjadi karyawan seumur hidupnya.
Dalam prosesnya, Anda perlu melupakan kenyamanan dan keterjaminan kerja kantoran. Sehingga pikiran Anda kian terbuka lebar untuk menerima masuknya diri ke dunia bisnis. Hingga tiba masanya, setelah proses yang demikian panjang, Anda akan mendapatkan diri Anda telah berada pada posisi seseorang yang berjiwa wirausaha.

Hal penting yang harus diketahui adalah bahwa dalam proses mencari jiwa wirausaha, akan terjadi banyak kerugian dan kesalahan. Tapi lagi-lagi, kerugian bukanlah akhir segalanya. Kesalahan adalah proses dari pembelajaran. Anda belajar dari kerugian, dari kesalahan yang dibuat. Itu juga berarti bahwa Anda tak akan belajar jika tidak pernah merugi atau membuat kesalahan.

Kegagalan benar-benar bisa disebut kegagalan ketika Anda berniat untuk berhenti setelah menghadapi kerugian, atau telah melakukan kesalahan tapi tidak memperbaikinya. Orang yang berhenti setelah melakukan kesalahan pertama berarti gagal untuk belajar.
Gambaran di atas merupakan salah satu alasan utama mengapa pelaku bisnis Multi Level Marketing gagal berbisnis. Mereka lebih menginginkan untuk memiliki uang banyak dalam waktu cepat daripada menginginkan dirinya menjadi seorang pelaku bisnis.

Bisnis MLM merupakan satu jenis bisnis yang memberikan berbagai kemudahan. Modal yang relatif kecil, sistem yang sudah terbentuk, dan bisa dijalankan paruh waktu. Tanpa komitmen, tanpa tujuan yang benar, berarti Anda tidak memberi kesempatan pada diri sendiri untuk menemukan jiwa wirausaha. Siapkah Anda berkomitmen menekuni bisnis MLM untuk membawa diri menjadi seorang pelaku bisnis?
Sumber: LEADER Edisi 6/20 Agustus-20 September 2007

Sabtu, 20 Desember 2008

JADILAH DISTRIBUTOR PROFESIONAL


Di buku 17 Hukum Kerjasama Tim yang Efektif, John C. Maxwell menyatakan bahwa rekan-rekan satu tim harus dapat saling mengandalkan satu sama lain dalam soal-soal dan permasalahan besar. Maxwell menambahkan bahwa setiap personal adalah bagian tim yang penting dan profesional yang bisa diunggulkan untuk meraih keberhasilan bersama.
Tidak ada sukses besar tanpa didahului sukses kecil dari orang-orang yang mampu berkolaborasi. Bagaimanapun juga, pemikiran beberapa orang cenderung lebih baik daripada pemikiran satu orang. Untuk itu, kerjasama tidak membutuhkan sikap egois dari orang-orang didalamnya.

Jadilah seorang distributor yang profesional yang mampu berkolaborasi dalam membangun bisnis. Menjadi seorang yang profesional membutuhkan karakter ketat yang tercermin dari sikap dan kerja keras.
Banyak pemasar jaringan yang memberikan kekuatan dan dedikasinya bagi pengembangan bisnis jaringan, mereka all out dan berkarya dengan hati yang tulus. Prinsip pengembangan bisnis dengan mengutamakan kekuatan dan kerjasama tim menjadi pedoman mereka karena mereka tahu berjuang sendiri tidaklah ada apa-apanya.

Menjadi sosok yang profesional tidak melulu soal diri sendiri dan tidak selalu merasa dirilah yang paling kuat, para profesional mampu berkolaborasi membentuk sebuah kekuatan dan menjadi unggul dalam persaingan berkat kekuatan mereka itu. Dalam hal ini profesionalitas mereka ditunjukkan dari kemampuan mereka berkolaborasi dalam dedikasi diri yang tinggi. Selama keterlibatan anda di bisnis jaringan, anda akan berjumpa dengan para pemasar yang berkompeten dan memiliki dedikasi kuat bagi perkembangan usahanya. Mereka memiliki organisasi lini bawah yang sangat besar, kekuatan, dedikasi, sikap dan profesionalitas mereka tidak diragukan lagi, orang-orang seperti inilah yang bisa diacungi jempol karena dedikasinya telah membantu banyak orang untuk tumbuh dan berkembang meraih sukses sejati.

Alasan mengapa tulisan ini direkomendasikan untuk anda, agar anda melihat pemimpin-pemimpin sejati adalah agar anda belajar dari mereka sebelum anda mundur dari keterlibatan langsung di MLM. Sebagian dari member bahkan lebih dari 50% akan segera mundur dari keterlibatan mereka ber-MLM ria, karena itulah orang-orang seperti ini harus belajar banyak dari pemimpin sejati MLM, mempelajari keprofeionalan para leader ini dan menimba ilmu dari mereka. Tidak ada yang rugi dalam hal ini karena untuk meraih sukses sejati dibutuhkan banyak investasi, bisa saja investasi modal, waktu tenaga, pikiran, pengetahuan. Semua itu tentulah demi sebuah keberhasilan sejati.

Seorang distributor yang profesional memiliki kekuatan dan daya tahan yang tinggi, berani dalam tekanan, pejuang dalam segala resiko dan taat pada apa yang telah mereka ucapkan. Mereka benar-benar menjadi sosok yang bisa dipercaya karena keikhlasan hatinya dalam berkarya. Mereka disiplin, mempunyai target yang jelas, mendukung organisasinya dan mengutamakan kepentingan tim.

Sesulit apapun mereka akan berusaha untuk bertahan dan meraih posisi yang mereka idam-idamkan. Orang-orang seperti ini tetap akan menjadi sosok yang sukses sejati karena dimanapun mereka berada akan tetap bertahap demi sebuah tujuan, mereka berdedikasi, disiplin dalam visi, disiplin dalam penggunaan waktu, bisa dipercaya.

Bisakah Anda demikian sebagai Distributor Handal?
Semoga!!!.

Kamis, 18 Desember 2008

YAKINLAH : ANDA MAMPU MERAIHNYA


“Orang selalu menyalahkan keadaan, sedangkan saya tidak demikian, orang-orang yang berhasil di dunia ini adalah orang yang bangun dan mencari keadaan yang mereka inginkan. Jika mereka tidak menemukannya, mereka akan menciptakannya,” demikian kata George Bernard Shawn.

Kita memang terlalu menyalahkan dan menunggu keadaan mengubah langkah kita, entah bagaimana orang-orang bisa berdiri dengan kaki dan mengubah kehidupannya dengan pilihan-pilihan terbaik, saya pikir karena mereka menjadi agen perubah yang tidak mau menunggu perubahan itu meremukkan mereka.
Janganlah kita menunggu pintu dibukakan untuk perubahan tetapi ketoklah pintu itu, ucapkan salam dan masuklah, perubahan tidak pernah menunggu. Untuk mencapai sukses sejati, dibutuhkan kepekaan yang mendalam dan insting membaca perubahan, era sekarang membutuhkan orang-orang yang bisa membaca zaman yang tidak menunggu keberhasilan disodorkan ke hadapannya.

Sukses sejati bisa digapai dari apa yang telah kita ubah dan dari apa yang telah kita buat. Percayalah, setiap langkah yang kita lakukan di depan orang lain, kita unggul dalam langkah berikutnya. Kesimpulannya begini, ketika kita membaca keadaan dan mengubahnya sebelum orang lain mengubah keadaan, kita telah berada di awal keberhasilan dalam jalur yang tepat.

Banyak orang memiliki angan-angan tinggi mengenai target yang hendak di raih tanpa disertai keberanian untuk mencapainya. Coba renungi situasi sebagai berikut : Dulu waktu di bangku SD, SMP atau bahkan SMA, pernahkah kita tetapkan apa yang sudah kita raih pada masa sekarang? Jawabannya adalah kebanyakan orang tidak pernah merencanakan masa depan, hanya menghanyutkan diri dalam aliran waktu sehingga sampai pada dirinya sekarang. Tentu, mengalir bagai air sungai saja ada perubahan, namun itu apakah perubahan yang maksimal? Apakah sesuai standar yang ingin dicapai hingga saat ini? Saya kira tidak, karena masih banyak hal-hal yang diinginkan dari proses perjalanan dan pencapaian. Sukses sejati adalah pola pikir, pola pikir itulah yang bisa membentuk seseorang untuk meraih apa yang dia inginkan. Lebih baik menggunakan kemampuan diri secara maksimal daripada menjadi bunglon bagi orang lain. Di aplikasi bisnis MLM orang-orang yang terlibat tidak bisa menjadi bunglon, mereka semua adalah pebisnis mandiri yang bergerak dengan kemampuannya.

Yakini diri anda untuk keberhasilan sejati dalam meraih tujuan-tujuan tadi, buanglah keraguan dengan bertindak mengejarnya. Alasan kita tidak mencapai tujuan akhir sebetulnya bukan masalah yang sebenarnya, yang menjadi persoalan utama adalah karena kita tidak termotivasi untuk mengejar tujuan itu. Cobalah membuat tujuan menjadi lebih spesifik dalam pecahan tujuan kecil. Dengan begitu, kita bisa berusaha mencapainya sedikit demi sedikit. Sama halnya ketika menaiki anak tangga semuanya mulai dari anak tangga yang paling bawah.
Yakinilah diri anda, anda bisa meraih sukses sejati pada taraf yang lebih tinggi sesuai yang anda targetkan.

Berusahalah dengan Bertindak.

“Dalam masa perubahan drastis, mereka yang mau belajar akan mewarisi masa depan”
Tidak ada gunanya anda menetapkan standar yang tinggi disertai keyakinan yang membabi-buta tanpa ada usaha nyata. Itu sama saja dengan menyulut minyak tanpa api! Tidak akan terjadi perubahan, bukan? Ingat, minyak tidak akan terbakar tanpa adanya orang yang memberinya api. Mulailah berusaha sekuat tenaga untuk membuat perubahan berapapun besarnya karena segala yang besar tentunya disusun dari sesuatu yang sangat kecil.

Rabu, 17 Desember 2008

"TERUS SEMANGAT" KUNCI UTAMA KESUKSESAN

By : LOUIS SASTRAWIJAYA

Apa yang membuat Anda suka dengan pekerjaan Anda saat ini? Jika kita bisa mensyukuri apa yang kita miliki, maka selain menemukan rahasia kebahagiaan, kita akan penuh semangat dalam bekerja.

Berikut ini adalah langkah untuk bekerja dengan penuh semangat :

1. Kita harus menyukai pekerjaan. Bahagia tanpa alasan lebih baik daripada sedih dengan banyak alasan.
2. Menghayati pekerjaan sama dengan ibadah.
3. Sanggup melakukan reframing pada diri sendiri maupun orang lain. Jadi, kita harus mengubah sudut pandang negatif menjadi positif baik diri sendiri maupun orang lain. Dapat membandingkan untung ruginya kalau kita berbuat positif, begitu pula dengan tindakan negatif.
4. Mencari kenikmatan.
5. Menghindari kepedihan.
6. Berkorban demi cinta.

Cobalah Anda selalu untuk berpikir yang besar dan jangan berpikir kecil maka alasan dan keluhan akan selalu menyertainya. Sedangkan kalau berpikir besar, kita akan optimis dan selalu mengatakan bisa!. Yang tak kalah pentingnya untuk menjadi sukses tidak sekedar mau saja, tapi harus benar-benar mau.

INGIN JALANI BISNIS MLM.

Tak terlalu berlebihan bila dikatakan bisnis MLM adalah bisnis yang luar biasa, karena bisa membuat orang sukses tanpa ada batasan. Selain itu bisnis MLM juga baik untuk pengembangan diri dan merupakan jalan pintas menuju sukses dengan resiko yang kecil.

Hingga saat ini masih ada masyarakat kita yang memandang negatif dan menganggap miring dunia MLM. Semua itu terjadi karena banyak faktor yang menyebabkannya. Bisa disebabkan karena pendekatan yang dilakukan oleh si pemprospek kurang elegan juga adanya bisnis money game yang berkedok MLM, sehingga membuat image MLM menjadi tidak baik, tapi kesan semacam ini tidaklah menerpa banyak masyarakat kita, ya…. hanya segelintir saja.

DEFINISI BERHASIL.

Banyak orang yang mengeluh karena merasa tidak berhasil bergelut di dunia MLM, dan kemudian kecewa dan selanjutnya memandang sinis terhadap dunia MLM. Untuk itu kita perlu tahu dan mengerti dengan definisi sebuah keberhasilan terlebih dahulu. Keberhasilan bukan sekedar dinilai dari sisi material semata atau jago dalam penjualannya, tapi berhasil adalah sebuah proses. Ketika belum mencapai suatu kekayaan atau pada porsi tertentu tapi porsinya benar dan proporsional, maka dia bisa dikatakan berhasil.

Semua itu kembali kepada orangnya, jadi bukan hanya pada bisnisnya. Benar bila dikatakan sistem perusahaan dan produk menentukan, tapi pribadi sang pebisnis MLM itu juga sangat menentukan.

Pada umumnya marketing plan yang diterapkan oleh perusahaan MLM sudah baik. Dan, orang-orang yang berhasil di MLM biasa lebih mempunyai rasa percaya diri dan lebih semangat dalam hidup. Kenapa demikan?, karena orang yang berbisnis MLM tidak memiliki penghasilan tetap layaknya sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan. Karyawan secara pasti memiliki penghasilan tetap pada setiap bulannya, sedangkan pelaku bisnis MLM tidak demikian, bila dia tidak aktif maka dia tidakmendapatkan uang. Dengan demikian semangatnya lebih besar. Dalam hal melakukan penjualan mereka jadi lebih bersemangat dan antusias dibanding pelaku bisnis konvensional lainnya.

Tapi apa penyebab pelaku MLM ada yang berhenti di tengah jalan atau berpindah ke perusahaan MLM lain? Berhenti, pindah, atau terus adalah sebuah pilihan. Tapi yang disayangkan adalah kalau tinggal selangkah lagi untuk mencapai sebuah kesuksesan tapi ia malah berhenti. Sebenarnya kalau kita punya impian, maka kita harus berpikir strateginya.

Formula untuk mencapai sukses, yaitu :
1. Miliki impian yang benar-benar spesifik.
2. Menentukan strategi untuk mencapainya.
3. Action, dan menikmati prosesnya.
4. Lakukan evaluasi, cari cara yang lebih baik.

Kita harus mengejar impian sampai dapat, setelah itu baru kita akan sukses. Tapi kalau kita punya impian lalu di tengah jalan mundur, memang prosesnya berguna bagi pembelajaran, tapi tindakan tersebut tetap disayangkan. Mestinya satukan tekad, kejar sampai dapat.

TEKNIK MEMPROSPEK.

Agar berhasil di bisnis MLM salah satu faktor yang menentukan adalah bagaimana pelaku MLM membidik prospek. Memprospek adalah hal yang sering dilakukan oleh anggota MLM. Tapi untuk melakukan prospek baiknya jangan dengan cara memaksa. Image-nya bukan membaik tapi malah bertambah buruk. Intinya dalam melakukan approach, ketika pertama kali bertemu buatlah calon prospek merasa nyaman bertemu dengan kita. Setelah dia merasa nyaman dan percaya (trust) dengan kita, maka apapun yang akan kita bicarakan bisa diterimanya.

Banyak pelaku MLM yang melakukan approach dengan “kasar” seperti, saat bertemu tanpa melihat hobinya atau latar belakangnya langsung jualan produk. Dalam pikirannya, yang penting jualan produk. Biasanya calon prospek bukannya tertarik atau bergabung, tapi malah kabur.

LAHIRKAN ENTREPENEUR BARU.

Di suatu negara yang mengalami resesi ekonomi, dalam arti sulit cari kerja, gaji terbatas, maka peluang gaji tak terbatas seperti bisnis MLM akan semakin ramai diminati masyarakat. Mereka akan berbondong-bondong masuk MLM untuk dapat mencapai sukses dari sebelumnya. Pelaku MLM akan segera mengajak teman atau saudara ikut membeli produk atau bergabung dengannya. Jadi, bila image barang yang dipasarkan lebih cepat, memang begitu adanya. Karena pelaku MLM memang lebih antusias dan lebih jago marketing.

Perkembangan bisnis MLM di masa depan salah satunya ditentukan oleh pelaku MLM itu sendiri. Konsep dasar MLM adalah orang bisa sukses tanpa memerlukan waktu yang panjang dan dapat mempersingkatnya.

BUKAN BAKAT TAPI LATIHAN.

Sebuah perusahaan dikatakan kuat apabila :
1. Perusahaan punya komitmen dan kuat;
2. Sistemnya mendukung para member untuk bisa sukses;
3. Produknya bagus;
4. Market yang besar.

Marketer yang luar biasa apabila ia telah memiliki kemampuan :
1. Keyakinan untuk sukses;
2. Semangat;
3. Niat baiknya;
4. Teknik menjualnya, presentasi, komunikasi, closing, dll.

Banyak orang menolak bergabung menjadi member dengan perusahaan MLM karena merasa dirinya tidak berbakat. Sebenarnya untuk berhasil bukan ditentukan berbakat atau tidak, tetapi lebih kepada latihan.

SUKSES SEJATI BISNIS MLM


Sukses bukanlah memiliki modal banyak atau memiliki uang berlimpah. Sukses adalah pengaturan pola pikir yang benar tentang keberadaan diri. Asal muasal sukses bersumber dari pikiran karena haus akan perubahan yang didefinisikan ulang untuk melihat esensi keberhasilan sejati.

“Sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan, sukses adalah pola pikir” Seseorang yang ber-mindset sukses akan mengandalkan potensi dalam dirinya tanpa bergantung pada aspek dari luar. Dengan kata lain, jika memiliki spirit sukses, maka kesuksesan sejati datang dengan sendirinya.
Sukses dalam skala yang jauh lebih besar memang bukanlah sesuatu hal yang mudah, namun bukan pula sesuatu yang tidak bisa diperjuangkan. Idealnya sukses sejati adalah sukses dalam pola pikir, sukses secara finansial, sukses dalam kesehatan, kebahagiaan, sukses dalam waktu maupun spiritual. Namun itu jarang sekali bisa diraih secara maksimal dan biasanya sukses tergantung pada pemikiran masing-masing orang. Skala keberhasilan itu sendiri tidak sama bagi satu dengan yang lainnya. Jadi sukses sejati harus diakui dalam konsep pola pikir ditempatkan pada proporsinya sendiri, karena jika tidak demikian orang bisa saja berkata telah sukses tetapi mengorbankan hal lain, misalnya keluarga, kerabat, agama, waktu, kesehatan.

Karena pemahaman yang salah kaprah, kita melihat kesuksesan hanya dari kulit luarnya saja, akibatnya ketika kita gagal kita tidak bersyukur, padahal dibalik ketidakberhasilan itu ada emas murni yang menempa kita untuk lebih cerdas dan bijak sehingga kita semakin pandai.
Manusia sangat perlu bersyukur atas semua pencapaian yang diperoleh baik dalam bisnis, pekerjaan, hubungan, kebahagiaan dan termasuk pencapaian positif dari keterlibatan di bisnis pemasaran jaringan karena itu semua adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa.

Lihat kedalam diri, apa potensi yang bisa ditonjokan dan menjadi sebuah keahlian diri. Sukses sejati yang bisa diraih dari keterlibatan di bisnis MLM adalah pemikiran dan tindakan, kemauan mendefinisi ulang makna sukses yang ditawarkan dari usaha MLM.
Kesalahan para distributor yang mundur adalah tidak melihat manfaat yang diperoleh dari keikutsertaan mereka di industri pemasaran jaringan, tidak mengambil apa nilai-nilai yang ditanamkan dari bisnis ini, tidak mau merasakan perubahan apa yang mereka alami sejak “berguru” kepada MLM. Mereka juga tidak berusaha memaksimalkan potensi dirinya, akibatnya mereka berada pada posisi diri yang serba salah kaprah termasuk melihat esensi sukses.

Sukses sejati adalah mindset, adalah pola pikir, adalah cara memandang sesuatu dari sudut pandang keberhasilan, sukses sejati di MLM tidak hanya melihat dari satu keberhasilan saja. Sukses sejati diperoleh ketika seseorang memulai mengubah pola pikirnya tentang keberadaan diri sendiri, mereka akan melihat sukses sebagai pencapaian yang bukan hanya finansial

Banyak diantara pemasar jaringan yang hanya melihat bahwa keberhasilan seorang distributor dilihat dari pencapaian secara finansial. Itu adalah kekeliruan yang cukup fatal, karena keberhasilan seorang distributor yang benar-benar mencapai posisi puncak hanya dibawah 5%. Itulah alasan mengapa seorang distributor harus melihat keberhasilan sejati baginya tidak hanya dari keberhasilan finansial.

Apa Yang Harus Dimiliki Untuk Berhasil?

Jalan menuju keberhasilan tidak bisa ditapaki dalam tujuh langkah sekaligus. Dia harus dijalani langkah demi langkah, sedikit demi sedikit dan jengkal demi jengkal. Itulah jalan menuju kekayaan, menuju kebijaksanaan dan menuju kejayaan.

Hal apa yang harus dimiliki untuk berhasil? Jawabannya adalah Kemauan Untuk Bertindak. Banyak orang-orang cacat secara fisik yang tidak merasakan bahwa mereka cacat. Mereka memiliki mental yang kuat, kehendak berjuang yang pantang menyerah, mereka rata-rata orang yang kuat dalam menjalani hidup

Berani Ditolak.

Kekuatan yang dimiliki seseorang terhadap yang lain tidak pernah sama, karena satu orang tidak lebih kuat daripada yang lain. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita menggunakan kekuatan itu dengan benar.

Anda harus belajar menaklukkan rasa takut ditolak. Berhentilah memikirkan tentang bagaimana nanti jika Anda kerjakan hal itu. Lupakan pendapat miring ketika anda berada di sekeliling orang sinis. Orang gagal selalu menolak jika berhadapan dengan kesulitan, lebih parah lagi mereka selalu menghindar dari resiko dan penolakan. Sikap berani menghadapi penolakan membuat mental anda sekuat baja.

Ditolak itu sangat manis, tidak ada pengalaman pahit yang bisa memotivasi kita selain penolakan. Para pemasar yang berpengalaman mengambil hikmah dan belajar dari setiap penolakan para prospek untuk menjadikan diri mereka lebih baik.

Selasa, 16 Desember 2008

SUKSES DENGAN MELAYANI


“Semua orang bisa menjadi orang hebat karena semua orang bisa melayani. Anda tidak memerlukan ijazah perguruan tinggi untuk dapat melayani. Anda tidak perlu menimbang-nimbang dan memutuskan untuk melayani. Yang Anda butuhkan hanya hati yang penuh belas kasihan. Jiwa yang digerakkan oleh kasih.” - Martin Luther King -

Beberapa hari lalu saya datang ke sebuah Bank swasta di Jakarta untuk sebuah transaksi. Ketika selesai melakukan transaksi, teller dengan senyumnya yang ramah meminta saya memilih salah satu kertas kecil yang sudah disiapkan di meja teller dan memasukannya ke dalam kotak. Ada dua pilihan dengan dua warna kertas yang berbeda yang merupakan penilaian kita terhadap kinerja pelayanan si teller tersebut. Rupanya Bank yang memiliki jutaan nasabah pemegang ATM ini secara sadar berorientasi untuk mencetak karyawan yang memiliki orientasi pada “customer focus” dalam kinerjanya.

Pada hari lain saya memasuki banking hall sebuah bank swasta lainnya. Mulai dengan memasuki ruangan, saya menjumpai personil dengan sikap yang seragam, dari satpam yang mulai membukakan pintu, petugas customer service, teller sampai ke manager cabangnya. Rupanya Bank ini secara sadar juga berorientasi mencetak karyawan untuk menginternalisasikan dan saling menularkan nilai-nilai pelayanan dan integritas yang diekspresikan dalam tindakan nyata.

Derap persaingan dalam era kehidupan yang semakin komplek, apalagi dalam dunia bisnis yang sangat kompetitif, semakin menuntut adanya peningkatan kualitas dalam pelayanan, kalau ingin bertahan dalam persaingan. Organisasi dan perusahaan tidak mengizinkan lagi seorang karyawan sebagai bagian dari perusahaan untuk tidak memberikan pelayanan dengan baik. Setiap karyawan merupakan bagian dari keunggulan organisasi perusahaan, sehingga harus berorientasi pada “customer focus” untuk memberikan kepuasaan pelanggan.

Marilah kita perhatikan pada setiap perusahaan-perusahaan besar, apa kunci prestasi mereka sehingga perusahaan mereka bisa bertahan di tengah maraknya persaingan ?

Apa kunci keberhasilan mereka untuk dapat terus bertumbuh menjadi besar ?.

Pasti Anda akan menemukan salah satu kunci terpenting dalam kesuksesannya adalah kesediaan untuk melayani pelanggannya. Maka banyak perusahaan mengangkat tema “kepuasan pelanggan” menjadi bagian penting dalam beberapa tahun terakhir ini. Perusahaan yang senantiasa mau mendengarkan dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan konsumen niscaya akan lebih mudah dalam meraih dan mempertahankan kesuksesannya.

Paradigma melayani sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, karena sudah sejak dulu para guru spiritual selalu mengajarkan akan hal ini. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana agar kita juga bisa memiliki hati yang mau melayani?

Mungkin beberapa langkah berikut ini perlu dipertimbangkan :

1. Memandang pekerjaan adalah ibadah
Dalam hidup ini kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan kita kepada Allah Sang Pemilik Kehidupan dan kepada orang lain. Dengan demikian, hendaknya setiap apa yang kita kerjakan dalam kehidupan hanyalah berorientasi pada pengabdian kita kepada Allah dan pelayanan kepada orang lain. Dengan memiliki kesadaran ini, maka pekerjaan adalah bagian dari ibadah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah dan kepada orang lain.

Memiliki kesadaran memandang pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dapat memberikan keikhlasan hati untuk senantiasa melayani orang lain dengan baik. Apakah itu pelanggan kita, apakah itu teman-teman kita, apakah itu bos dan pemimpin kita. Dengan demikian orang lain akan memberikan apresiasi terhadap apa yang kita lakukan. Kalau hal ini dijadikan sebagai kedisiplinan, inilah modal bagi kesuksesan kita.

2. Kehidupan adalah kesempatan membantu orang lain.

Motivator kelas dunia, Zig Ziglar pernah berkata, “Anda bisa memperoleh apa pun dalam kehidupan ini sepanjang Anda juga mau menolong orang lain memperoleh apa yang mereka inginkan.” Inilah sebuah prinsip bahwa memperoleh apa yang kita inginkan dapat dimulai dengan membantu orang lain memperoleh keinginannya.
Hidup ini adalah sebuah anugerah dari Allah Tuhan Yang Maha Kaya. Sebagai rasa syukur terhadap kehidupan, kita harus menggunakannya untuk membantu orang lain, bukan hanya untuk diri kita sendiri. Hal ini secara tegas disebutkan oleh Allah bahwa kehadiran manusia ini mengemban amanah sebagai wakil Allah dimuka bumi ini. Manusia memiliki kewenangan sebagai “khalifah” penguasa kehidupan di muka bumi.
Dengan demikian setiap orang mengemban amanah untuk mensejahterakan kehidupan orang lain dan alam semesta ini. Bukan menghancurkan orang lain dan alam semesta untuk kepentingannya sendiri.
Gunakan kehidupan yang kita miliki sebagai kesempatan berharga untuk membantu banyak orang lain. Semakin banyak waktu kehidupan yang diberikan, semakin banyak manfaat yang kita bagikan untuk orang lain. Dengan demikian, hidup Anda akan jauh lebih bermakna.

3. Siapa Menabur Dialah Yang Akan Menuai

Pepatah bijak mengatakan siapa yang menabur dialah yang akan menuainya. Saya sangat sepaham dengan pepatah bijak ini, bahwa apa yang kita tabur akan kita tuai. Kalau kita menaburkan benih-benih kebaikan, maka kita akan memamen hasil kebaikan. Kalau kita menebarkan pelayanan, maka kita akan menuai kemudahan-kemudahan dalam kehidupan. Begitupun sebaliknya.

Sayangnya, banyak orang sering kurang menyadari, kalau rejeki yang kita peroleh sesungguhnya melalui orang lain. Demikian juga apa yang kita peroleh sebaiknya sebagian dibagikan bagi orang lain. Kalau kita sebagai karyawan, maka sesungguhnya gaji yang kita peroleh itu berasal dari pelanggan, bukan dari sang pemilik pemilik atau pemimpin perusahaan.

Demikian juga kalau kita seroang pengusaha, sesungguhnya keuntungan yang kita peroleh asalnya dari sang pelanggan. Maka penting memiliki kesadaran untuk memperhatikan suara dan keluhan pelanggan. Dengan memperlakukan mereka secara baik dan memuasakan, maka perusahaan akan menuai keuntungannya yang akhirnya dapat menghidupi pengushaa dan karyawannya.

Ingatlah bahwa kehidupan ibarat ladang pertanian yang subur. Setiap benih yang kita sebarkan akan tumbuh dan memberikan hasil. Kalau benih kebaikan yang kita taburkan, maka akan memberikan hasil kebaikan. Demikian sebaliknya. Maka kalau inngin meraih kesuksesan, tanamkan benih-benih pelayanan kepada orang lain, sehingga kita kan menuai kemudahan-kemudahan dalam kehidupan.

Sumber: Sukses Dengan Melayani Oleh Eko Jalu Santoso, Penulis Buku “The Art of Life Revolution”, Founder Motivasi Nurani Indonesia.

SIKAP SEORANG DISTRIBUTOR HANDAL


Attitude berarti sikap atau tingkah laku. Attitude lebih banyak dimaknai sebagai karakter profesionalisme dalam mengemban tugas dan kewajiban. Lain dengan implementasi yang diajarkan oleh lembaga kepribadian yang sering menonjolkan sikap berperilaku atau norma yang normatif dalam bergaul, attitude lebih menekankan ke dalam jiwa atau hati nurani dalam menjalankan segala perilaku yang berhubungan dengan tugas untuk menghasilkan karya yang maksimal.

Di dunia kerja yang profesional “sikap” erat sekali hubungannya dengan status atau profesi. Seseorang yang bersikap sopan santun, belum tentu memiliki attitude bagus jika prestasi kerjanya buruk, mungkin inilah alasan mengapa “sikap” dalam kontak profesional sangat erat kaitannya dengan dunia kerja. Sebaliknya, seseorang yang memiliki attitude tinggi, belum tentu juga memiliki sikap yang santun. Sikap attitude lebih tampak dalam sikap mempertanggungjawabkan atau menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme.

Sikap distributor handal sangat memperhatikan tindakan-tindakan untuk menjaga tanggung jawab profesinya dalam membangun jaringan, tidak saja dengan cara yang benar, tapi juga dengan ketulusan hati dan totalitas penuh demi membuat jaringan bertumbuh besar. Distributor sejati bekerja dan berkarya dengan hati nurani, dengan kecintaan yang tinggi pada profesinya, serta tanggung jawab yang besar akan hasil dan pengaruhnya dalam membangun jaringan.

Untuk membangun jaringan yang besar dibutuhkan sikap positif sejati dari seorang leader. Banyak sekali contoh hancurnya jaringan bisnis dan perusahaan karena rendahnya kualitas SDM dan keterampilan memanajemen distributor lini bawahnya. Kehancuran jaringan bukan tidak ada masalah serius dan salah satunya adalah distributor yang berada di posisi tidak memiliki sikap profesional yang unggul. Umumnya dan yang paling banyak terjadi, penyimpangan-penyimpangan abnormal pada perkembangan jaringan disebabkan oleh rendahnya sikap pebisnis jaringan sejati dari para pelaku.

KETERAMPILAN PEMIMPIN MLM


Kepemimpinan adalah kemampuan memperoleh pengikut. Adapula yang menyebutkan kepemimpinan adalah sifat khusus unik, yang mampu menarik orang lain untuk bergabung dan mengikuti perintah-perintah si pemimpin.
Tingkat kepemimpinan seseorang menentukan keefektifan mereka mengorganisir orang-orang di dalamnya, pengaruh bagi pemimpin berbeda dengan bos karena dalam tingkat tertentu pemimpin diikuti bukan karena embel-embel jabatan atau posisi melainkan karena secara sukarela orang lain mengikuti setelah mengetahui kiprah dan kredibilitas sang pemimpin.

Seorang pemimpin pemasaran jaringan bertindak berdasarkan nilai-nilai kepemimpinan dengan dedikasi dan etos kerja yang tinggi. Para pemimpin MLM sejati memiliki keterampilan untuk memberikan dorongan, menginspirasikan, memotivasi lini bawahnya, bersikap positif, mempunyai visi ke depan, mau belajar, mampu menterjemahkan tujuan tim. Bekerja dan melakukan bersama, bertindak dan berbuat bukan sekedar memerintah. Anjuran para pemimpin MLM berdasarkan apa yang mereka tempuh dan pengalaman di lapangan. Mereka dapat dengan efektif mendorong dan mengajarkan apa yang secara konsisten mereka teladani.

Para networker sejati memiliki kualitas untuk menjadi pemimpin yang handal, keterampilan tersebut dibangun melalui proses jatuh bangun dan berdasarkan pengalaman nyata yang terjadi selama mereka membangun bisnis. Mereka adalah orang-orang yang tumbuh dari proses yang tidak semata teori melainkan hasil aplikasi, pelatihan diri, kemampuan bertindak dan menginspirasikan banyak orang.

Berikut ini beberapa keterampilan dan syarat menjadi pemimpin MLM yang unggul :

1. Punya Visi Yang Besar.
Bagian yang tidak terpisahkan dari seorang pemimpin MLM adalah visi masa depan dengan tinjauan yang jauh mengenai keberhasilan sejati. Visi yang besar bagi pemimpin MLM terbukti mampu memberikan dorongan yang kuat untuk bertindak melampaui keterbatasan-keterbatasan pribadi.
Pemimpin pemasaran jaringan sejati memiliki visi yang besar dan terdorong untuk merealisasikan visi tersebut dalam tindakan nyata. Mereka tahu bahwa kerja keras yang diinvestasikan suatu saat akan membuahkan hasil. Visi dan tujuan baginya memberikan gambaran masa depan yang jelas sehingga dia terdorong untuk berupaya mewujudkan visi itu.
Keinginan untuk maju dan tampil menjadi yang terbaik merupakan alasan mereka untuk menetapkan visi, misi dan tujuan yang hendak dicapai. Memang tidak mudah merealisasikan visi, kenyataan faktual menunjukkan bahwa usaha merealisasikan visi selalu tidak mudah karena dibutuhkan komitmen kuat untuk dapat menjabarkannya ke dalam program kerja secara menyeluruh.
Namun bukanlah pemimpin MLM sejati jika tidak mampu mengatasi persoalan itu. Banyak diantara pemimpin MLM yang gagal merealisasikan visi secara benar, setelah dikaji secara intensif, penyebab utamanya adalah mereka tidak mampu mengimplementasikan visi kedalam tindakan nyata, kesimpulannya pemimpin sejati seperti ini bukanlah pemimpin MLM

2. Pekerja Keras dengan Penuh Dedikasi.
Seorang pemimpin sejati diikuti karena kemampuan mereka yang tidak diragukan lagi oleh para distributor bawahnya, pemimpin di bisnis pemasaran jaringan adalah pekerja keras yang berdedikasi penuh untuk menggapai sukses sejati dalam karier bisnis yang dia jalani. Seorang yang dihargai di bisnis MLM adalah orang yang terbukti mencapai posisi dengan keberhasilan nyata, tanpa bukti dari proses kerja keras yang mereka jalani, mereka bukanlah dianggap pemimpin yang sukses.
Di struktur perusahaan konvensional seorang pemimpin dihargai karena jabatan dan posisinya. Sedangkan di pemasaran jaringan seorang pemimpin diakui karena kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan selama kiprahnya dalam bisnis.
Pemimpin MLM didengar dan diikuti karena mereka berpengalaman melalui proses yang jatuh bangun ketika membangun kerajaan bisnis sejak awal, pengalaman dan proses itulah yang terus menempa mereka menjadi leader handal untuk selalu tahu permasalahan dan solusi yang terjadi di jaringan.

3. Memberi Dorongan dan Inspirasi
Ciri khas yang membedakan antara pemimpin dengan pengikut di perusahaan jaringan adalah kemampuan mendorong dan menginspirasikan orang lain. Para pemimpin MLM selalu memberikan dorongan kepada seluruh jaringannya untuk berbuat lebih baik, bertindak lebih banyak dan belajar lebih keras.
Mereka mendorong orang-orang untuk mencari dan belajar lebih keras. Mereka mendorong orang-orang untuk mencari dan menemukan sifat terbaik dalam diri masing-masing individu. Sikap positif pemimpin MLM akan membangun diri orang lain dan memberi semangat kepada mereka untuk sukses dalam menjalani proses bisnis.

4. Haus Pengetahuan dan Mau Belajar.
Salah satu persoalan mendasar yang berkaitan erat dengan dunia bisnis adalah keterampilan yang tidak memadai dan pengalaman yang minim serta ketakutan memulai.
Dalam industri pemasaran jaringan, orang-orang yang berada di puncak dan terlibat dalam pendidikan bisnis merupakan orang-orang sukses di dunia maya.
Mereka dilatih dari pendidikan kehidupan dengan program sekolah kehidupan dari support system perusahaan, ini memungkinkan seorang member mengambil manfaat antara teori dan praktek dan mengaplikasikannya dalam proses pembangunan bisnis.
Menjadi pemimpin MLM harus mau belajar, harus haus pengetahuan dan melahap keterampilan-keterampilan itu untuk menjadikan dirinya lebih baik.

Sebuah pertanyaan muncul, mengapa seorang pemulung yang tidak pernah memiliki pendidikan formal tinggi bisa mencapai posisi puncak di perusahaan jaringan dan meraih sukses? Jawabannya karena pendidikan bisnis MLM mengkolaborasikan dua kekuatan ilmu, yakni teori dan praktek dengan tanpa rasa nepotisme.
Pendidikan kehidupan nyata terbukti menempa banyak orang untuk berbuat yang lebih baik dan belajar dari kesalahan. Jika selentingan kalimat berikut pernah di dengar berarti anda setuju bahwa pendidikan dan pengetahuan formal tidak menjamin seseorang meraih keberhasilan. Yang gagal di sekolah adalah bos bagi para pekerja yang sukses di bangku sekolah

5. Membangun Jaringan Sepenuh Hati.
Pepatah Yunani mengatakan, “Tanah subur kebijaksanaan (wisdom) berbuahkan 3 helai daun yaitu, pikiran yang baik, bahasa yang baik dan tindakan yang baik. Dunia adalah perahu, kebijaksanaan adalah layar, pikiran merupakan kemudi kapal, gunakan dengan baik, maka semua tujuan akan tercapai”.
Membangun jaringan itu membangun manusia di dalamnya dan membangun manusia adalah membangun mentalitas dan keteguhan hati mereka, sekarang tentu saja tidak cukup hanya bekerja dengan sangat keras, karena seorang distributor yang handal dan leader sejati dituntut untuk mendengar suara hatinya, cerdas dalam bertindak dan mengerjakan semuanya dengan hati yang terbuka.

Pemimpin MLM sejati mampu menjalani bisnis dan mengembangkan organisasi menjadi besar. Pemimpin sejati mampu membangunkan orang-orang didalamnya dan meneguhkan kekuatan hati mereka untuk bekerja dengan nurani tanpa keterpaksaan demi meraih keberhasilan sesungguhnya. Sukses sejati bagi pemimpin adalah ketika seorang distributor lini bawahnya memperoleh apa yang mereka inginkan sejak awal bergabung. Mereka membangun jaringan sepenuh hati dan mengangkat para pemimpin di bawahnya untuk meraih posisi terbaik, bagi pemimpin MLM semakin banyak mereka mempunyai pemimpin sukses di bawahnya semakin berhasillah mereka.

Minggu, 14 Desember 2008

JADILAH DISTRIBUTOR HANDAL


Di buku 17 Hukum Kerjasama Tim yang Efektif, John C. Maxwell menyatakan bahwa rekan-rekan satu tim harus dapat saling mengandalkan satu sama lain dalam soal-soal dan permasalahan besar. Maxwell menambahkan bahwa setiap personal adalah bagian tim yang penting dan profesional yang bisa diunggulkan untuk meraih keberhasilan bersama.
Tidak ada sukses besar tanpa didahului sukses kecil dari orang-orang yang mampu berkolaborasi. Bagaimanapun juga, pemikiran beberapa orang cenderung lebih baik daripada pemikiran satu orang. Untuk itu, kerjasama tidak membutuhkan sikap egois dari orang-orang didalamnya.

Jadilah seorang distributor yang profesional yang mampu berkolaborasi dalam membangun bisnis. Menjadi seorang yang profesional membutuhkan karakter ketat yang tercermin dari sikap dan kerja keras.
Banyak pemasar jaringan yang memberikan kekuatan dan dedikasinya bagi pengembangan bisnis jaringan, mereka all out dan berkarya dengan hati yang tulus. Prinsip pengembangan bisnis dengan mengutamakan kekuatan dan kerjasama tim menjadi pedoman mereka karena mereka tahu berjuang sendiri tidaklah ada apa-apanya.

Menjadi sosok yang profesional tidak melulu soal diri sendiri dan tidak selalu merasa dirilah yang paling kuat, para profesional mampu berkolaborasi membentuk sebuah kekuatan dan menjadi unggul dalam persaingan berkat kekuatan mereka itu. Dalam hal ini profesionalitas mereka ditunjukkan dari kemampuan mereka berkolaborasi dalam dedikasi diri yang tinggi. Selama keterlibatan anda di bisnis jaringan, anda akan berjumpa dengan para pemasar yang berkompeten dan memiliki dedikasi kuat bagi perkembangan usahanya. Mereka memiliki organisasi lini bawah yang sangat besar, kekuatan, dedikasi, sikap dan profesionalitas mereka tidak diragukan lagi, orang-orang seperti inilah yang bisa diacungi jempol karena dedikasinya telah membantu banyak orang untuk tumbuh dan berkembang meraih sukses sejati.

Alasan mengapa tulisan ini direkomendasikan untuk anda, agar anda melihat pemimpin-pemimpin sejati adalah agar anda belajar dari mereka sebelum anda mundur dari keterlibatan langsung di MLM. Sebagian dari member bahkan lebih dari 50% akan segera mundur dari keterlibatan mereka ber-MLM ria, karena itulah orang-orang seperti ini harus belajar banyak dari pemimpin sejati MLM, mempelajari keprofeionalan para leader ini dan menimba ilmu dari mereka. Tidak ada yang rugi dalam hal ini karena untuk meraih sukses sejati dibutuhkan banyak investasi, bisa saja investasi modal, waktu tenaga, pikiran, pengetahuan. Semua itu tentulah demi sebuah keberhasilan sejati.

Seorang distributor yang profesional memiliki kekuatan dan daya tahan yang tinggi, berani dalam tekanan, pejuang dalam segala resiko dan taat pada apa yang telah mereka ucapkan. Mereka benar-benar menjadi sosok yang bisa dipercaya karena keikhlasan hatinya dalam berkarya. Mereka disiplin, mempunyai target yang jelas, mendukung organisasinya dan mengutamakan kepentingan tim.

Sesulit apapun mereka akan berusaha untuk bertahan dan meraih posisi yang mereka idam-idamkan. Orang-orang seperti ini tetap akan menjadi sosok yang sukses sejati karena dimanapun mereka berada akan tetap bertahap demi sebuah tujuan, mereka berdedikasi, disiplin dalam visi, disiplin dalam penggunaan waktu, bisa dipercaya.

Bisakah Anda demikian sebagai Distributor Handal?
Semoga!!!.

CARI DOWNLINE ITU GAMPANG !!!

Edy Chrisjanto, SE, MBA

Dunia ini memang unik. Coba bayangkan, ratusan, ribuan bahkan jutaan orang masih mencari kerja. Dan mereka umumnya gagal .Kenapa ? Katanya tidak ada lowongan, katanya tidak punya koneksi, katanya pendidikannya rendah, katanya umurnya sudah melewati batas. Katanya............

Ironis sekali bukan? Setiap saat peluang kerja itu sebenarnya selalu terbuka tanpa pernah ada pintu penutupnya . Dan setiap orang berkesempatan untuk masuk tanpa perlu berpikir tentang "katanya",

Ketika banyak orang masih dipusingkan dengan karier yang mentok, gaji yang dibatasi, bos yang pilih kasih , modal yang sangat terbatas untuk membuka usaha sendiri atau kuatir usaha yang dibuka nantinya bangkrut karena miskin pengalaman , dan seterusnya .
Maka, inilah saatnya kita "angkat bicara" untuk memberikan jawaban atas berbagai persoalan tersebut.

Apalagi yang kita tunggu.
Hidangan lezat ada di mana-mana. Tinggal bagaimana Anda mengambilnya. Ibaratnya anda tinggal menebar jala di laut dan ikan tangkapan akan segera Anda dapatkan. Jadi, apakah masih sulit untuk mendapatkan downline, jika peminat pekerjaan begitu melimpah? Jawabnya jelas. Tidak !
Tapi kalau ada Distributor yg masih sulit mendapatkan downline, tentu ada penyebabnya.
Mari kita coba mencari tahu apa penyebabnya.

Pertama : Karena mereka lebih suka atau terlalu melindungi harga dirinya.
Menawarkan peluang bisnis MLM kepada orang lain berarti memberi kesempatan kepada diri untuk ditolak. Kesanggupan untuk menghadapi penolakan itu hanya dimiliki oleh Distributor yang memiliki karakter kuat. Apresiasi yang ditunjukan bisa dalam bentuk kesiapan untuk menerima tolakan. Ia tidak akan merasa tersinggung, malu atau kecewa yang berlebihan .Dan Ia mengakui bahwa prospek mempunyai pertimbangan dan hak untuk menentukan pilihannya sendiri.

Kedua : Pengetahuan yang terbatas.
Seberapa besar/banyak pengetahuan yang Anda miliki sebagai bahan informasi atau presentasi akan sangat mempengaruhi kredibilitas Anda sebagai Distributor. Apabila penjelasan Anda kepada prospek kurang meyakinkan . maka prospek akan menjadi ragu untuk mengambil keputusan . Maka solusi terbaik untuk mengatasi hal itu adalah, sambil mempelajari segala sesuatunya tentang bisnis Anda ( Marketing Plan, Produk dan sebagainya ). Jalankan prinsip "2 in 1". Anda perlu membentuk kekuatan bersama upline Anda sebagai suatu tim kerja yang solid untuk memenangkan prospek - prospek atau calon downline Anda.
Namun harus dipastikan up line Anda sudah cukup mampu untuk memberikan penjelasan yang baik . Bukan up line yang baru saja mendaftar sebagai distributor. Atau Anda menempuh cara lain. Yakni dengan mengajak prospek dengan menghadiri presentasi yang yang dibawakan oleh Leader yang mempunyai pengalaman yang baik . Hal ini selain secara psikologi menguntungkan untuk memenangkan keputusan si prospek untuk bergabung juga bermanfaat bagi Anda untuk memperdalam pengetahuan dan kemampuan Anda tentang bisnis yang Anda tekuni . Cara inilah yang sebetulnyayang sangat efektif untuk para Distributor pemula.

Ketiga : Kurang tampil bicara
Dalam bisnis urusan berbicara merupakan hal sangat vital . Melalui bicara atau presentasi. Anda berkemungkinan memberikan penjelasan tentang apa yang Anda kehendaki yaitu memperkenalkan bisnis Anda.
Sudah tentu ini membutuhkan keahlian/tehnik yang tepat. Tanpa tehnik bicara yang baik, pasti tidak akan mengenai sasaran alias tidak efektif. Akhirnya hanya buang - buang waktu saja tanpa hasil. Ini harus dihindarkan oleh seseorang Distributor profesional. Oleh karena itu harus menginvestasikan sebagian waktunya untuk terus mengasah atau meningkatkan ketrampilan berbicara atau public speaking. Sehinggapresentasi Anda mempunyai daya tarik yang tinggi untuk membawa minat prospek kepada target Anda, prospek menjadi down line Anda.

Keempat : Apriori terhadap prospek.
Ini ibarat Anda kalah sebelum berperang dan inilah kesalahan Distibutor . Anda akan menemukan lima butir mutiara yang berada dalam truk pasir, tapi Anda tidak mau mengambilnya Anda hanya melihat- lihat saja tanpa pernah berjuang untuk mendapatkan mutiara itu . dari waktu ke waktu hanya melihat potensi orang lain tanpa pernah berusaha untuk memberikan kesempatan membuktikannya . Orang - orang yang dijumpai atau yang terlintas dipikirannya dinilai sedemikian rupa dan dibuat kesimpulan yang kurang memiliki akurasi data pendukung yang membutikan bahwa ia betul - betul tidak layak menjadi down line Anda yang memberikan produksi bagi jaringan Anda. Ini kesalahan besar Distributor yang tidak disadari.
Maka satu hal yang harus di ingat : Jangan terlalu berprasangka atau memberi penilaian subyektif untuk merekrut orang. Anda baru mengetahui betapa hebatnya atau susah payahnya si prospek tersebut setelah dia mulai kerja di jaringan Anda.

Kelima : Malas dan tidak ada target.
Seorang bijak dulu pernah berkata , " Siapa Yang Tidak Mau Bekerja, Janganlah Ia Makan,". Tepat sekali . Tidak boleh ada tempat untuk sipemalas di dunia ini termasuk kalau kita mau mengembangkan bisnis ini. Prinsip bahwa biarlah orang lain bekerja untuk Anda akan merugikan Anda sendiri. Pastikan dengan kita menambah down line, bisnis Anda semakin berkembang . Tidak ada cara lain untuk memperolehjaringan di group Anda kecuali dengan mensponsori down line baru. caranya buatlah daftar tentang nama - nama orang akan Anda hubungi berilah judul daftar prospek saja minimum ada 50 daftar nama tanpa memperdulikan apakah mereka nantinya akan berhasrat atau tidak untuk mengikuti bisnis Anda. Yang penting buat saja terlebih dahulu dan hanyutkan dengan bergerak untuk melakukan sponsoring lewat presentasi.Apabila orang pertama dari daftar nama tersebur menolak , cepat - cepatlah tambahkan kedalam daftar tersebut orang kelima puluh satu . kemudian lanjutkan dengan orang kedua dari daftar nama tersebut.
Apabila Anda ditolak juga, tidak mengapa karena Anda tidak kekurangan orang. Di daftar Anda masih tersisa 49 orang lagi. Tetapi Anda tetap harus menambahkan satu nama prospek lagi kedalam daftar tersebut sebagai gantinya orang ke 52 demikian seterusnya.Nah!Hal ini cukup menarik seperti sebuah permainan dengan penuh tanggung jawab tetaplah sebagai suatu target yang harus di capai.

So .... Dengan semangat pantang menyerah mencari downline bukanlah sesuatu yang teramat sulit!
Maju terus dan semakin sukses !!!